Surabaya (ANTARA News) – Balita yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas sangat rentan mempunyai penis yang kecil karena kekurangan hormon testoteron.

Ahli andrologi RSUD Dr.Soetomo Surabaya Prof Arif Adimoelja,MD PhD,Sp.And di Surabaya, Sabtu, mengatakan, akibat kekurangan hormon testoteron, penis yang seharusnya tumbuh ke depan menjadi masuk ke dalam jaringan lemak.

Saat ini, balita yang mempunyai kasus tersebut jumlahnya mencapai ribuan orang.

“Oleh karena itu, bagi para orang tua yang mempunyai balita gemuk benar-benar harus memperhatikan pola makan yang sehat,” katanya.

Saat ini, kasus tersebut bisa dipecahkan dengan hypogomadism. Hypogomadism merupakan salah satu teknik untuk menambah hormon testoteron pada anak-anak.

Namun, penambahan hormon ini bukan tanpa efek samping. Akibat-akibat yang ditimbulkan pun bisa saja terjadi seperti anak terganggu pertumbuhannya atau menjadi kerdil.

“Oleh karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan adalah menjaga pola hidup yang sehat,” katanya.

Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan cara berolah raga dan mengurangi makanan cepat saji. (*)