Menjajal kekuatan bisnis purwaceng

BIOVIT MENGANDUNG PURACENG ASLI TERBAIK NO:1

USAHA
Tabloid KONTAN No. 30, Tahun X, 1 Mei 2006

Purwaceng Bikin Kantong Kenceng
Menjajal kekuatan bisnis purwaceng

Purwaceng dikenal bisa membuat pria semakin perkasa. Selain itu, purwaceng sebenarnya juga bisa bikin kantong jadi tebal. Peluang usahanya terbuka lebar, sudah menembus industri jamu bahkan pasar ekspor. Sudah begitu, pemainnya saat ini masih sedikit.

Bagi Anda yang sudah berusia di atas 17 tahun, nama Mak Erot tentu tidak asing lagi. Nama emak tua asal Sukabumi, Jawa Barat, itu sudah menjadi ikon bagi pengobatan keperkasaan lelaki. Ya, Mak Erot memang dipercaya banyak orang mampu membuat properti pribadi kaum Adam jadi gagah perkasa.
Soal keperkasaan memang dianggap sebagai salah satu hal terpenting bagi lelaki, dan tentu saja perempuan. Coba, mana ada lelaki, atau perempuan yang ingin lelakinya loyo? Maka tak heranlah bila para tabib keperkasaan macam Mak Erot terus kebanjiran pasien. Obat-obat pemicu gairah pun laris manis; mulai dari obat bermerek kondang macam Viagra hingga obat kuat “aneh-aneh” yang dijajakan di kios pojok jalan. Apalagi kalau dalam obat kuat itu terdapat kandungan ginseng, wah, bakal diyakini tambah yahud khasiatnya.

Sebenarnya, tak hanya China atau Korea, Indonesia juga punya tumbuhan yang khasiatnya dipercaya tidak kalah dengan ginseng. Nama tanaman itu purwaceng atau nama latinnya pimpinella fruacan.

Meski khasiatnya sebagai obat kuat sudah mulai terkenal hingga mancanegara, mungkin masih sedikit orang Indonesia yang familiar dengan tumbuhan satu ini. Bisa dimaklumi, pasalnya sampai saat ini, tanaman ini memang baru bisa ditemukan di daerah tertentu macam dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. “Purwaceng cuma bisa tumbuh di tempat yang tinggi dan hawanya dingin,” jelas Dipo Yuwono, seorang petani purwaceng.

Pasarnya orang asing

Selain tempat yang tinggi, menurut para petani di lereng Dieng, tumbuhan purwaceng juga membutuhkan lahan yang mengandung belerang. Saroji, seorang petani purwaceng, menceritakan pernah ada orang Bandung yang mencoba menanam purwaceng di kampung halamannya, namun tidak berhasil. “Belum pernah ada orang yang bisa menanam purwaceng di luar Dieng,” kisah orang asli Dieng ini.

Jadi, penasaran, nih, seperti apa purwaceng ini? Dilihat dari bentuknya, purwaceng mirip semak yang tumbuh liar di pinggir jalan. Akarnya biasa saja, tidak membungkah besar seperti ginseng. Daunnya tebal, kecil-kecil, bulat, dengan diameter 0,5 cm. Dia hidup bergerombol setinggi 20 cm-30 cm.

Di Dieng, kita cukup mudah menemukan purwaceng yang dijual sebagai salah satu penganan khas kawasan wisata ini. Hampir semua lapak penjual oleh-oleh di situ menjajakan purwaceng dalam berbagai bentuk produk olahan. Biasanya, selain dijual dalam kemasan dengan masih berbentuk akar, purwaceng juga ada yang sudah diracik dengan kopi atau susu.

Walaupun hanya bisa ditemukan di Dieng, hal itu tidak menyurutkan niat orang-orang menjajal khasiat purwaceng. Malah, kata Saroji, orang yang pernah merasakan khasiatnya sering kembali mencari purwaceng. “Banyak yang sengaja datang ke Dieng cuma nyari purwaceng,” tutur Saroji dengan logat Jawa yang medok.

Kebanyakan, peminat purwaceng ini adalah wisatawan mancanegara, terutama dari Asia. “Saya punya banyak langganan orang Jepang,” kata Saroji. Dipo pun mengamini pernyataan Saroji. “Yang beli purwaceng dari saya biasanya orang Korea atau China,” tambah Dipo. Selain itu, dia juga akan mengekspor purwaceng ke Singapura.

Harga purwaceng ini lumayan tinggi. Ambil contoh, Dipo menjual purwaceng basah dan kering dengan harga Rp 250.000 per kg. Adapun Saroji menjual akar purwaceng yang sudah dikemas dalam bungkusan kecil dengan harga Rp 7.500 per bungkus. Untuk purwaceng yang sudah diolah menjadi susu atau kopi, harganya Rp 6.000 per sachet.

Meski peminatnya lumayan banyak dan harganya tinggi, belum banyak penduduk Dieng yang tertarik bertanam purwaceng. Pasalnya, purwaceng termasuk jenis tanaman bandel. Kalau tidak telaten dan mahir memeliharanya, tanaman ini mudah sekali mati. “Dari semua yang ditanam, bisa jadi sampai 80% itu mati,” tambah Saroji. Makanya, pasokan purwaceng di Dieng pun tak banyak.

Peluang bisnis purwaceng

Ketenaran purwaceng tak urung menarik perhatian industri besar untuk memanfaatkannya. “Saya sedang menjajaki kerja sama dengan sebuah perusahaan jamu yang ingin memakai purwaceng sebagai bahan jamunya,” tutur Dipo. Bahkan, kabarnya, sebuah perusahaan jamu besar sudah memasukkan purwaceng dalam salah satu produknya.

Anda ingin ikut ambil bagian dari rezeki purwaceng ini? Mengingat pasokannya yang masih terbatas, jelas peluang bermain di bisnis ini masih terbuka lebar di semua lini. Jika punya modal lumayan, Anda bisa mengembangkan usaha pertanian purwaceng di kawasan Dieng, lalu memasoknya ke industri jamu.

Memang, bisa jadi Anda tak mau atau tak mampu membuka kebun purwaceng sendiri, karena tanaman berkhasiat ini hanya bisa tumbuh di Dieng. Toh, masih ada peluang menjadi penjaja atawa sales purwaceng dan berbagai produk olahannya. Simpel saja, Anda bisa langsung ke Dieng dan membeli bahan baku obat kuat itu. Tinggal pilih mau membeli purwaceng langsung dari petaninya, entah itu dalam bentuk basah atau sudah kering. Atau, bisa juga membeli purwaceng yang sudah dikemas atau diolah menjadi kopi, susu, atau akar kering.

Oh, ya, purwaceng yang masih berbentuk akar ada dua jenis. Yaitu, purwaceng basah dan purwaceng kering. Purwaceng basah biasanya digunakan sebagai salah satu rempah dalam masakan. Akar purwaceng kering biasanya untuk diminum dengan cara diseduh seperti teh.

Untuk modal awal, Anda tidak perlu menyiapkan duit banyak-banyak. Berdasarkan penelusuran di lapangan, modal awal sebesar Rp 10 juta-Rp 15 juta sudah cukup untuk melakukan bisnis jual beli purwaceng. Modal tersebut akan dipakai untuk ongkos membeli purwaceng dan biaya angkut purwaceng dari Dieng ke tempat Anda. Modal itu juga sudah termasuk biaya pengemasan produk.

Enaknya, pedagang tidak perlu khawatir kalau purwaceng tidak segera terjual. Pasalnya, purwaceng cukup awet. “Sampai enam bulan juga masih bisa dipakai, “jelas Dipo. Namun, tentu saja Anda tidak perlu menunggu waktu selama itu untuk bisa menjualnya. Menurut Saroji, seluruh purwaceng yang dia buat selalu habis terjual. “Dalam seminggu saya minimal membuat 500 bungkus, dan itu pasti habis, “tegasnya.

Lalu, bagaimana labanya? Jika bisa kulakan langsung dari petani, lalu menjualnya ke konsumen atau mengekspornya, tentu pedagang bisa memetik untung yang tebal. Maklum, pemain yang masih langka membuat pedagang bisa membentuk harga sendiri.

+++++

Wangsit dari sang Kakek

Purwaceng sudah menarik perhatian dunia kesehatan modern. Berbagai penelitian ilmiah sudah dilakukan terhadap tanaman satu ini. Bahkan, khasiatnya sudah dipatenkan Wibowo, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Namun, di balik kesaktian purwaceng, ada cerita mistis soal asal-usulnya. Konon, sekitar tahun 1970 terjadi kebakaran hutan di Gunung Perahu, salah satu gunung yang mengelilingi dataran tinggi Dieng. Waktu itu, ada seorang anak kecil, entah dari mana asalnya, yang lari ketakutan dan meminta perlindungan kepada penduduk sekitar Dieng. Anak itu menggenggam suatu tanaman.

Tanaman itu pun ditanam oleh penduduk tanpa tahu kegunaannya. Suatu hari, salah seorang penduduk bermimpi bertemu seorang kakek. Si kakek pun berpesan agar dia membiarkan tanaman tersebut berkembang, lantaran suatu saat akan ada gunanya.

Benar saja, suatu saat, salah seorang penduduk yang jatuh sakit karena kelelahan, secara iseng memetik tanaman tersebut dan menyeduhnya seperti teh. Ajaibnya, setelah meminum hasil seduhan tanaman tersebut, orang itu berangsur kembali sehat. Bahkan, dia pun menjadi “perkasa”.

Harris Hadinata (Dieng)

UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN PAKET SEHAT ISLAMI SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: